Dugaan TPPU Proyek Dermaga Pelindo Lombok Naik Penyidikan, Kuasa Hukum Soroti Prosedur yang Dianggap Tergesa-gesa

- Jurnalis

Minggu, 6 Juli 2025 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, Jakarta 06 Juli 2025

JAKARTA, Mediaindonesiamaju.com— Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan proyek penimbunan Dermaga milik Pelindo di Lombok Barat kini memasuki babak baru. Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/116.a/VII/RES.1.24/2024/Ditreskrimum tertanggal 2 Juli 2024, kasus tersebut resmi naik ke tahap penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB.

Namun, peningkatan status ini menuai sorotan dan kritik tajam dari kuasa hukum terlapor, Mawardi. Advokat Lilik Adi Gunawan, S.H., Managing Partner dari Kasihhati Law Firm, menyebut langkah yang diambil penyidik terkesan spekulatif dan tidak didasari pendalaman yang menyeluruh atas kronologi kasus yang telah berlangsung lama.

“Terkesan ada pemaksaan vonis tanpa ruang banding dan mengabaikan fakta adanya putusan perdata yang seharusnya dijadikan pertimbangan hakim dalam melihat keadilan,” kata Lilik saat diwawancara awak media di Jakarta, Minggu (6/7/2025).

Ia menilai bahwa pimpinan baru di Ditreskrimum Polda NTB belum memahami secara utuh proses awal kasus ini. “Ada kesan tergesa-gesa dalam menyimpulkan. Padahal kasus ini sudah pernah dilimpahkan ke Reskrimsus dan berproses selama satu tahun, lalu kini kembali ditangani oleh Reskrimum,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Lubuk Linggau Tangkap Pemuda Pemilik Sabu dalam Operasi Pekat Musi 2025

Mawardi, yang juga menjabat sebagai Ketua Setwil Forum Pers Independent Indonesia (FPII) NTB, menyampaikan bahwa dirinya telah menerima Surat Panggilan Saksi Ke-1 dari Polda NTB dengan Nomor: S.Pgl/584/VII/RES.1.24./2025/Ditreskrimum pada 18 Juni 2025. Namun, ia memilih untuk menunda kehadirannya dengan mengirimkan surat resmi.

“Saya telah menunjuk Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H. untuk mendampingi saya secara hukum dalam proses ini, sebagai bentuk pembelaan diri atas tindakan yang kami nilai arogan dan sewenang-wenang,” ungkap Mawardi melalui sambungan telepon.

Lilik menegaskan pihaknya akan mengajukan surat resmi kepada Kapolri agar membentuk tim khusus guna mengkaji ulang proses hukum yang menurutnya sarat dengan tendensi. “Kami menduga ada upaya kriminalisasi secara terstruktur dan sistematis terhadap klien kami, yang mencoreng institusi kepolisian jika tidak segera ditangani secara objektif,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, Lilik juga membeberkan kronologi hukum yang dialami Mawardi. Ia menjelaskan bahwa kliennya telah menjalani hukuman dalam perkara sebelumnya, namun justru muncul laporan baru terkait TPPU. “Ini menjadi aneh karena unsur TPPU sejatinya berkaitan dengan hasil tindak pidana seperti korupsi, narkotika, atau perdagangan manusia, yang tidak relevan dengan substansi perkara ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Kebondalem Pemalang Akhirnya Bernapas Lega: Banjir Bertahun-tahun Teratasi Berkat Perjuangan Anggota DPRD Heru Kundhimiarso  

Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa Mawardi sebelumnya telah menggugat secara perdata dan memenangkan perkara melalui Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor: 137/Pdt.G/2018/PN Mtr pada 6 Maret 2019, yang menyatakan penggugat wanprestasi. Ironisnya, putusan perdata tersebut diabaikan dalam proses pidana selanjutnya, yang tetap memvonis kliennya bersalah berdasarkan Putusan PN Mataram Nomor: 627/Pid.B/2019/PN Mtr, tertanggal 19 Desember 2019.

“Kami menilai klien kami dipaksa menerima vonis dengan jalur banding yang seolah-olah ditutup. Ini bentuk pelanggaran terhadap hak hukum warga negara,” ujar Lilik.

Ia juga menyayangkan peran sebagian media lokal yang dinilai menyudutkan kliennya secara sepihak dan tidak berimbang. “Pencantuman nama terang tanpa inisial dalam pemberitaan jelas melanggar kode etik jurnalistik, apalagi perkara ini belum inkrah dan masih dalam proses,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari pembelaan terhadap insan pers, Lilik menegaskan pihaknya bersama Dewan Pers Independen (DPI) akan mengawal ketat kasus ini. “Kami sebagai advokat dan pembela kebebasan pers, terutama untuk insan pers independen, akan berdiri di garda terdepan melawan kriminalisasi,” pungkasnya.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

*Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Senin, 2 Nov 2026 - 08:37 WIB

Tak Berkategori

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

Senin, 2 Nov 2026 - 07:37 WIB