Grebeg Besar Demak Disorot: Tradisi Budaya Jadi Ajang Bisnis, Muncul Even Kembar Picu Kontroversi

- Jurnalis

Jumat, 23 Mei 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM,Jawa Tengah 23 Mei 2025

Demak, Mediaindonesiamaju.com– Tradisi budaya tahunan Grebeg Besar Demak kini menuai sorotan tajam, menyusul pergeseran paradigma dari ajang religius dan budaya menjadi lahan bisnis yang diperebutkan oleh banyak event organizer (EO). Perebutan hak penyelenggaraan acara ini bahkan memunculkan kontroversi dan dugaan ketidakwajaran dalam proses pemilihan pihak ketiga sebagai penyelenggara.

Diana Ria Enterprise, EO milik H Munthohar dari Bulusari, Sayung, yang selama bertahun-tahun memegang hak penyelenggaraan, merasa diperlakukan tidak adil dalam proses seleksi tahun 2025. Alih-alih menggugat secara administratif, pihak Diana Ria justru menggelar even serupa secara mandiri pada waktu dan lokasi yang berdekatan dengan even utama Grebeg Besar.

Even tandingan ini digelar di lahan milik Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Demak yang terletak di belakang ruko Tembiring, Jogoloyo, melalui sistem sewa dengan nilai kontrak Rp30 juta untuk satu bulan. Hal ini dikonfirmasi oleh Daniel, bagian Humas dan Protokol Kantor Kemenag Demak, saat audiensi dengan civil society Demak pada Selasa (20/5).

Baca Juga :  Sinergi Kuat Ormas 234 SC dan WPSP: Ratusan Paket Bantuan Tersalurkan Melalui Program Jum'at Berkah

Daniel menyatakan, kantor Kemenag sebagai pengelola aset BKM menganggap tawaran sewa tersebut sebagai peluang pengembangan aset serta sarana pemberdayaan UMKM. Namun ia mengakui, pihaknya tidak mengetahui secara pasti jadwal pelaksanaan Grebeg Besar saat kontrak disepakati.

Pernyataan itu langsung menuai kritik. M. Rohmat, pegiat sosial dari Karangrejo, menilai pengakuan tersebut sebagai kejanggalan besar. Menurutnya, mustahil para pengurus BKM dan pejabat Kemenag tidak mengetahui jadwal Grebeg Besar yang telah menjadi tradisi religius dan budaya masyarakat Demak.

Rohmat menduga kuat adanya konspirasi lokal yang melibatkan sejumlah pihak demi mengacaukan penyelenggaraan tradisi tersebut dan memicu persaingan bisnis tidak sehat. Ia juga menyoroti ketimpangan kontribusi finansial antara even resmi dan even tandingan.

Baca Juga :  Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

“Yang resmi bayar hampir 390 juta untuk kontribusi PAD, sementara yang satu cukup bayar 30 juta kepada BKM. Produk yang dijual sama, lokasi berdampingan, waktu bersamaan. Ini tidak adil dan bisa berdampak buruk pada penyelenggaraan ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Aliansi Tajam, R. Sefrin Ibnu Widiatmoko SH, MH, dari SIWA Law Office Semarang, menilai lemahnya koordinasi antara Kemenag Demak dan Pemda sebagai penyebab munculnya persoalan. Ia menegaskan pentingnya evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut dan akan segera bersurat ke Kementerian Agama guna meminta klarifikasi.

“Ketidaktahuan terhadap kearifan lokal seperti ini bisa menjadi preseden buruk. Perlu ada tindakan tegas agar tidak terjadi kebijakan yang kontra produktif di masa depan,” tutup Sefrin.

Rep_Sulton

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB