NASIB MIRIS Warga Desa Karang Pucung Kecamatan Way Sulan MBah YANG BERJUANG HIDUP SAMA DUA CUCUNYA TANPA TEMPAT TINGGAL SENDIRI  

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kabupaten Lampung Selatan –  Mediaindonesiamaju.com Kondisi yang sangat memilukan menghampiri Mbah Dasno, seorang lansia berusia (83) yang setiap hari harus berjualan somay keliling di wilayah Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan. Perjuangannya tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk menghidupi dua cucunya yang kini menjadi tanggung jawabnya. Semenjak di tinggal kedua orang tuanya mencari nafkah di ibukota.

 

Ditemui di kediaman kerabatnya yang bernama Ropidin di Dusun 4 RT 4 Desa karang Pucung Kecamatan Way Sulan pada hari Jumat (20/3/2026), Mbah Dasno menceritakan bahwa aktivitas berjualannya sudah menjadi rutinitas sehari-hari selama bertahun-tahun. Ia harus berkeliling dari satu jalan ke jalan lain, mulai dari pagi hingga sore hari, hanya untuk mendapatkan rejeki yang bisa mencukupi kebutuhan dasar.

“Setiap hari saya keluar berjualan somay, kalau hari ramai bisa dapat penghasilan antara Rp50 ribu sampai Rp70 ribu. Tapi kalau sepi, bisa saja kurang dari itu. Uang itu hanya cukup untuk makan sehari-hari saya dan dua cucu saya yang sedang saya asuh,” jelas Mbah Dasno dengan suara yang lemah namun penuh tekad.

Baca Juga :  Gerakan Menanam Pohon di Pemalang: Ismun Hadiyo Tekankan Pentingnya Lingkungan Bersih  

 

PERNAH MEMILIKI RUMAH, KINI ROBOH

 

Mbah Dasno mengaku bahwa dirinya sebenarnya pernah memiliki tempat tinggal sendiri beberapa tahun yang lalu. Rumah tersebut didapatkan bukan dari hasil usaha pribadi semata, melainkan melalui bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar dan upaya swadaya bersama.

Namun, karena kualitas bangunan yang tidak terlalu baik dan usia yang sudah cukup lama, rumah tersebut akhirnya roboh dan tidak layak huni lagi dan sekrang harus menumpang di rumah kerabat nya. yang bernama Ropidin.

 

Kondisi tempat tinggal sementara yang ditempati Mbah Dasno juga tidak terlalu memadai, dengan ruang yang terbatas dan fasilitas yang sangat sederhana. Namun, ia merasa bersyukur karena masih ada kerabat yang bersedia menerima dirinya dan kedua cucunya.

 

BELUM PERNAH MENDAPATKAN BANTUAN PEMERINTAH

 

Yang semakin membuat kondisi Mbah Dasno menjadi berat adalah bahwa ia belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, maupun pusat. Berbagai program bantuan sosial yang seharusnya bisa menjangkau lansia dan keluarga kurang mampu seperti Bantuan Langsung Tunai Desa Digital (BLT DD), Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tunai untuk lansia, maupun bantuan rumah tinggal bagi masyarakat kurang mampu, sama sekali belum pernah dirasakannya.

Baca Juga :  Karyawan PT Arisa Kuripan Karangawen Keluhkan Putus Hubungan Kerja Tanpa Kompensasi 

 

“Saya sudah tinggal di desa ini sejak lama, tapi tidak pernah ada informasi atau pemberitahuan tentang bantuan pemerintah. Saya juga tidak tahu harus bagaimana cara mengajukannya. Padahal saya sangat membutuhkan bantuan tersebut, terutama untuk bisa memiliki tempat tinggal sendiri lagi,” ucap Mbah Dasno dengan harapan yang terlihat di matanya,

 

Mbah Dasno mengutarakan harapannya agar pemerintah desa, dinas sosial Kabupaten Lampung Selatan, maupun pihak terkait lainnya bisa memberikan perhatian dan bantuan kepada dirinya. Ia berharap bisa mendapatkan bantuan untuk membangun rumah tinggal sendiri, karena dengan penghasilan yang diperoleh dari berjualan somay, sangat sulit bagi diri saya untuk mewujudkan impian memiliki tempat tinggal yang layak.

 

“Saya hanya berharap bisa punya rumah sendiri lagi, sehingga saya dan cucu-cucu saya tidak perlu terus menumpang di rumah kerabat. Saya tahu itu tidak mudah, tapi saya tetap berharap ada bantuan dari pemerintah atau masyarakat yang baik hati,” tutup Mbah Dasno

 

Rep : Yoyon

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB