Kabupaten Lampung Selatan – Mediaindonesiamaju.com Kondisi yang sangat memilukan menghampiri Mbah Dasno, seorang lansia berusia (83) yang setiap hari harus berjualan somay keliling di wilayah Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan. Perjuangannya tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk menghidupi dua cucunya yang kini menjadi tanggung jawabnya. Semenjak di tinggal kedua orang tuanya mencari nafkah di ibukota.
Ditemui di kediaman kerabatnya yang bernama Ropidin di Dusun 4 RT 4 Desa karang Pucung Kecamatan Way Sulan pada hari Jumat (20/3/2026), Mbah Dasno menceritakan bahwa aktivitas berjualannya sudah menjadi rutinitas sehari-hari selama bertahun-tahun. Ia harus berkeliling dari satu jalan ke jalan lain, mulai dari pagi hingga sore hari, hanya untuk mendapatkan rejeki yang bisa mencukupi kebutuhan dasar.

“Setiap hari saya keluar berjualan somay, kalau hari ramai bisa dapat penghasilan antara Rp50 ribu sampai Rp70 ribu. Tapi kalau sepi, bisa saja kurang dari itu. Uang itu hanya cukup untuk makan sehari-hari saya dan dua cucu saya yang sedang saya asuh,” jelas Mbah Dasno dengan suara yang lemah namun penuh tekad.
PERNAH MEMILIKI RUMAH, KINI ROBOH
Mbah Dasno mengaku bahwa dirinya sebenarnya pernah memiliki tempat tinggal sendiri beberapa tahun yang lalu. Rumah tersebut didapatkan bukan dari hasil usaha pribadi semata, melainkan melalui bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar dan upaya swadaya bersama.

Namun, karena kualitas bangunan yang tidak terlalu baik dan usia yang sudah cukup lama, rumah tersebut akhirnya roboh dan tidak layak huni lagi dan sekrang harus menumpang di rumah kerabat nya. yang bernama Ropidin.
Kondisi tempat tinggal sementara yang ditempati Mbah Dasno juga tidak terlalu memadai, dengan ruang yang terbatas dan fasilitas yang sangat sederhana. Namun, ia merasa bersyukur karena masih ada kerabat yang bersedia menerima dirinya dan kedua cucunya.
BELUM PERNAH MENDAPATKAN BANTUAN PEMERINTAH
Yang semakin membuat kondisi Mbah Dasno menjadi berat adalah bahwa ia belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, maupun pusat. Berbagai program bantuan sosial yang seharusnya bisa menjangkau lansia dan keluarga kurang mampu seperti Bantuan Langsung Tunai Desa Digital (BLT DD), Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tunai untuk lansia, maupun bantuan rumah tinggal bagi masyarakat kurang mampu, sama sekali belum pernah dirasakannya.
“Saya sudah tinggal di desa ini sejak lama, tapi tidak pernah ada informasi atau pemberitahuan tentang bantuan pemerintah. Saya juga tidak tahu harus bagaimana cara mengajukannya. Padahal saya sangat membutuhkan bantuan tersebut, terutama untuk bisa memiliki tempat tinggal sendiri lagi,” ucap Mbah Dasno dengan harapan yang terlihat di matanya,
Mbah Dasno mengutarakan harapannya agar pemerintah desa, dinas sosial Kabupaten Lampung Selatan, maupun pihak terkait lainnya bisa memberikan perhatian dan bantuan kepada dirinya. Ia berharap bisa mendapatkan bantuan untuk membangun rumah tinggal sendiri, karena dengan penghasilan yang diperoleh dari berjualan somay, sangat sulit bagi diri saya untuk mewujudkan impian memiliki tempat tinggal yang layak.
“Saya hanya berharap bisa punya rumah sendiri lagi, sehingga saya dan cucu-cucu saya tidak perlu terus menumpang di rumah kerabat. Saya tahu itu tidak mudah, tapi saya tetap berharap ada bantuan dari pemerintah atau masyarakat yang baik hati,” tutup Mbah Dasno
Rep : Yoyon










