Nasib Veteran Masih Memprihatinkan, Masdjudi : Habis Manis Sepah Dibuang  

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, JAWA TENGAH, 10 NOVEMBER 2025

Rembang, – Mediaindonesiamaju.com Tepat pada tanggal 10 November kita mengenang sebagai hari pahlawan. Veteran, sebagai rasa terima kasih negara atas perjuangan anak bangsa yang telah membela dan mempertahankan tanah air di masa lampau.

 

Namun, saat ini pejuang-pejuang nan gagah perkasa di medan perang ini telah rentan dimakan usia. Meski memiliki peran besar dalam membela kedaulatan negara, namun hingga hari ini jasa veteran seakan terlupakan.

Hidup dibawah garis kesejahteraan serta minimnya santunan menjadi bukti bahwa veteran sampai hari ini belum mendapat perhatian yang nyata dari pemerintah.

 

Salah satu veteran yang merasakan hal tersebut ialah Masdjudi (85), merupakan pejuang dalam penjaga perbatasan negara sampai Tanjung pada tahun 1960 sampai 1990 (pensiun) yakni peperangan yang lebih dikenal sebagai operasi Trikora dan Dwikora.

 

Saya dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dulu masuk lewat bintara, kalau di AURI sengsara untuk pangkat, mestinya kalau bener, saya sudah menjadi Letnan Kolonel (Letkol), itu kalau bener, karena tidak bener saya menjadi Pembantu Letnan Satu (Peltu) sampai pensiun,” terang Masdjudi, saat ditemui MIM di rumahnya, Senin (10/11/2025)

Baca Juga :  Oknum Kiyai Diduga Cabuli Beberapa Santri,Di pondok pesantren Al kausar Desa waru kecamatan mranggen Kabupaten Demak

 

Masdjudi menerangkan, untuk kesejahteraan sampai saat ini kurang ada perhatian, saya dan rekan yang masih hidup masih berjuang bertahan hidup dengan bergantung kepada anak lantaran minimnya santunan yang diterimanya.

 

Perlu diketahui saat ini pensiun Masdjudi Rp 2,4 juta, sedangkan bantuan dari Veteran pusat hanya menerima Rp 1.8 juta setiap bulan. Untuk tali asih dari pemerintah daerah setiap satu tahun sekali kemarin sudah dihapus, sudah tidak ada lagi, ya prihatin, lah kita,” ucap Masdjudi alias Mbah kung dengan nada lirih.

 

Jika dahulu nominal ini cukup besar untuk bertahan hidup, namum saat ini nominal tersebut sangat jauh dari kata cukup. Selain itu, tidak ada lagi santunan yang diberikan kepada veteran yang masih tersisa.

 

“Saat ini total veteran di Rembang, tersisa 9 orang saja, setiap tahun berkurang, setiap tahun ada yang meninggal, dikarenakan mereka sudah berumur 80 tahunan. Veteran di Rembang sebagian besar terdiri dari pejuang kemerdekaan, pejuang operasi Trikora, dan Dwikora.

Baca Juga : 

 

Tidak banyak yang bisa dilakukan Masdjudi dan 8 rekan lainnya, meski tidak menginginkan lebih, namun menurutnya, ia dan rekan-rekan dapat diberikan sedikit perhatian khusus. Kebutuhan untuk menghabiskan sisa hidupnya.

 

“Sampai saat ini kami merasa memang benar-benar tidak mendapat perhatian. Ibarat ‘Habis Manis Sepah Dibuang’ Padahal dulu, kami bersedia mengorbankan nyawa kami, hidup mati membela negara Republik Indonesia ini.

 

Sampai saat ini sebagian besar veteran hanya menggantungkan hidup pada anak untuk bertahan hidup. Karena tunjangan kami sangat jauh dari kata layak untuk kehidupan saat ini, rumah saja saya tidak punya, rumah ini dulu bekas kandang ayam, tanah punya adik,” sambungnya.

 

Ia berharap, baik pemerintah pusat, daerah atau kabupaten harusnya lebih tahu tanpa kita (Veteran red) banyak ngomong.

 

Rep : Sri Wannik

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB