Pengasuh Ponpes di Demak Gugat Kasat Reskrim dan Kapolres atas Dugaan PMH

- Jurnalis

Kamis, 27 Maret 2025 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, Jawa Tengah 27 Maret 2025

Demak,Mediaindonesiamaju.com , 25 Maret 2025 – Pengasuh Pondok Pesantren di Karangtengah, Demak, Muhammad Mujaddad atau yang akrab disapa Gus Moh, resmi menggugat Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Demak atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Gugatan ini diajukan setelah aduannya terkait tindak pidana pasal 167 KUHP dihentikan oleh penyidik Unit 1 Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Demak. Sidang perdana gugatan tersebut digelar pada Selasa (25/03/25) di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Demak.

Menurut Gus Moh, kasus ini bermula dari aduan yang ia ajukan pada 28 Oktober 2023, terkait dugaan pelanggaran pasal 167 KUHP, yakni seseorang bernama Muh. Syarifudin yang diduga memasuki pekarangan atau rumah tanpa izin. Namun, setelah berjalan hampir satu tahun, penyidik mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang menyatakan kasus tersebut dihentikan karena dianggap tidak memiliki cukup alat bukti.

“Kami sudah menyerahkan alat bukti dan saksi yang jelas, tapi kasus ini tetap dihentikan. Penyidik terkesan berpihak kepada terlapor dengan alasan bahwa yang bersangkutan tidak waras. Namun, mereka tidak bisa membuktikan dengan surat keterangan. Saat saya tunjukkan bukti screenshot akun Facebook terlapor, yang menunjukkan dia aktif di media sosial, penyidik hanya diam,” ungkap Gus Moh, didampingi empat kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tajam dan Central Java Police Watch (CJPW).

Baca Juga :  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lubuk Linggau - Berhasil Mengamankan Seorang Pemuda Kedapatan Memiliki Pil Berbentuk Minion Yang Diduga Sebagai Narkotika

Lebih lanjut, Gus Moh menyebut bahwa dalam agenda konfrontasi, dirinya sudah hadir di Polres, tetapi terlapor tidak dihadirkan. Penyidik hanya menyatakan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan Bambang, yang diklaim sebagai kuasa hukum terlapor, namun saat diminta menunjukkan surat kuasa, mereka tidak dapat membuktikannya.

Ketua CJPW sekaligus kuasa hukum Gus Moh, Aris Soenarto, SH, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Menurutnya, gugatan ini tidak hanya demi keadilan bagi kliennya, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap profesionalisme institusi kepolisian.

Baca Juga :  Muak Dengan Janji Janji - Ratusan Warga Gruduk Caffe Karaoke Di Tawangharjo.

“Gugatan ini bukan hanya mencari keadilan bagi klien kami, tetapi juga agar institusi Polri lebih profesional dalam menangani perkara,” tegas Aris.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, R. Sefrin Ibnu W, SH, MH, mengungkapkan bahwa selain menggugat di PN Demak, pihaknya juga telah melaporkan penyidik Satreskrim Polres Demak ke Propam Polda Jawa Tengah.

“Sidang pertama tadi masih menunggu kehadiran perwakilan dari Kapolri selaku Tergugat 1 yang belum hadir. Sidang kedua perkara perdata nomor: 16/Pdt.G/2025/PN Dmk akan dilanjutkan pada Kamis (10/04/25) mendatang,” ujar Sefrin usai sidang.

Menurutnya, perkara yang diadukan oleh kliennya tergolong ringan, tetapi proses penanganannya berlarut-larut dan berujung pada penghentian yang merugikan pihaknya.

Dari pantauan Mediatajam, selain gugatan yang diajukan oleh Gus Moh dengan nomor perkara 16/Pdt.G/2025/PN Dmk, terdapat pula gugatan lain terhadap Polres Demak dengan nomor perkara 09/Pdt.G/2025/PN Dmk.

Sidang lanjutan kasus ini akan menjadi perhatian publik, terutama terkait profesionalisme kepolisian dalam menangani laporan masyarakat.

Rep_Latif

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

*Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Senin, 2 Nov 2026 - 08:37 WIB

Tak Berkategori

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

Senin, 2 Nov 2026 - 07:37 WIB