Sedekah Laut Desa Tasikagung, Bukti Simbol Syukur Masyarakat Pesisir

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rembang,  – Mediaindonesiamaju.com Di Desa Tasikagung, Rembang, Jawa Tengah, tradisi sedekah laut masih lestari diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi ini rutin digelar sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, menjadi sebuah perayaan unik yang selalu menarik perhatian masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota.

 

Pada Sabtu (28/3/2026), kemeriahan sedekah laut kembali mewarnai Desa Tasikagung. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan arak-arakan sedekah laut yang menampilkan berbagai kreasi menarik, mulai dari replika kapal hingga hewan laut.

 

Puncak acara adalah ritual larung sesaji. Miniatur perahu yang dihiasi kembang setaman, air suci, dan kepala kambing diarak menuju tengah laut. Ritual ini sarat makna filosofis. Melarung kepala kambing atau sapi melambangkan pembersihan diri dan penyatuan manusia dengan alam semesta. Kembang dalam sesaji melambangkan pengharapan untuk mendapatkan keharuman para leluhur dan keberkahan ilmu, nasehat, dan kekayaan spiritual.

Baca Juga :  Endro Johan Kusuma Dilantik sebagai Pj Sekda Pemalang, Bupati Anom: Bawa Semangat Baru bagi Birokrasi  

Masyarakat setempat meyakini bahwa sedekah laut ini bukan hanya bentuk rasa syukur atas hasil panen laut yang melimpah, tetapi juga sebagai penolak bala. Konon, jika tradisi ini tidak dilakukan, maka musibah atau bencana akan menimpa desa. Musibah tersebut dapat berupa hasil panen laut yang berkurang, bahkan berbagai penyakit yang menyerang masyarakat.

Baca Juga :  Mahasiswa yang Menghidupkan Semangat Jurnalisme Berintegritas Lewat Garda Blora News  

 

Meskipun diwarnai mitos, sedekah laut di Rembang pada dasarnya merupakan bentuk rasa syukur para nelayan kepada Sang Pencipta atas kesejahteraan, ketenangan, dan kemudahan dalam mencari rezeki. Tradisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian alam laut dan menjalin hubungan harmonis dengan alam semesta.

 

Sedekah laut Desa Tasikagung bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga sebuah warisan budaya yang sarat makna dan nilai-nilai luhur. Tradisi ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur atas karunia alam dan menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang.

 

(wannik)

Berita Terkait

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  
LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Dugaan Job Fiktif PMI Jepang Diselidiki, Sejumlah LPK dan Rantai Penempatan Jadi Sorotan  

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Bank BKK Purwodadi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:16 WIB