GROBOGAN — Suasana religius, khidmat, dan penuh kebersamaan mewarnai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar SMP Negeri 2 Gubug, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan yang melibatkan keluarga besar sekolah, orang tua peserta didik, tokoh agama, komite sekolah, pemerintah desa, serta masyarakat tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat (28/8/2026) dan Sabtu (29/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (28/8/2026) selepas salat Jumat di Mushola At-Ta’lim SMP Negeri 2 Gubug. Kegiatan diisi dengan khotmil Quran dan pembacaan arwah jamak yang dipimpin oleh Bapak Umar Sadad.
Suasana khidmat tampak selama kegiatan berlangsung. Selain menjadi bentuk doa dan ungkapan syukur, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah membangun budaya religius di lingkungan pendidikan.
Menariknya, rangkaian kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi SMP Negeri 2 Gubug, @smpn2gubug. Dengan demikian, orang tua, alumni, maupun masyarakat dapat mengikuti kegiatan secara daring.
Bersalawat Bersama di Halaman Sekolah
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Sabtu (29/8/2026) melalui kegiatan bertajuk “SMP Negeri 2 Gubug Bersalawat” yang digelar di halaman sekolah.
Acara tersebut menghadirkan Gus Aghist bersama grup hadroh JAMURO dari Desa Ginggangtani. Selain lantunan salawat dan penampilan hadroh, kegiatan juga diisi mauidah hasanah oleh K.H. Amin Maulana Budi Harjono Al-Jawi, pembicara asal Semarang.
Suasana semakin semarak dengan adanya penampilan tarian sufi yang mengiringi lantunan salawat dan musik hadroh. Perpaduan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi peserta didik maupun para undangan yang hadir.
Kegiatan juga melibatkan perwakilan orang tua peserta didik dari setiap kelas. Masing-masing kelas mengirimkan dua orang perwakilan orang tua.
Selain orang tua, kegiatan turut dihadiri sejumlah unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Kepala Desa Jeketro hadir sebagai sesepuh desa, sementara Komite Sekolah turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi gambaran pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah desa, dan lingkungan sekitar dalam mendukung pendidikan serta pembentukan karakter peserta didik.
Bukan Sekadar Peringatan Maulid
Ketua panitia kegiatan, Riyadhus Sholikhin, mengatakan bahwa kegiatan “SMP Negeri 2 Gubug Bersalawat” tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menghubungkan pembelajaran yang diterima siswa di kelas dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
«“Kegiatan ini selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, juga sebagai bagian dari implementasi pembelajaran yang ada di sekolah, seperti pelajaran Pendidikan Agama Islam dan menghormati budaya. Nilai-nilai yang dipelajari siswa di kelas kami upayakan dapat diterapkan melalui kegiatan nyata,” kata Riyadhus Sholikhin.»
Ia menambahkan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk mengenalkan budaya religius kepada peserta didik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.
Siswa Nonmuslim Turut Terlibat
Hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah keterlibatan peserta didik nonmuslim dalam mendukung dan menyukseskan acara.
Keterlibatan siswa nonmuslim menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai toleransi dan empati di tengah keberagaman warga sekolah.
Para peserta didik nonmuslim tetap dilibatkan dalam berbagai aspek kegiatan sesuai dengan peran yang dapat mereka lakukan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa keberagaman di lingkungan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran untuk saling menghormati dan bekerja sama.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi seluruh peserta didik mengenai pentingnya menghargai perbedaan keyakinan.
Nilai toleransi, empati, kepedulian, dan sikap saling menghormati diharapkan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Menanamkan Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMP Negeri 2 Gubug berupaya menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk mengenalkan kembali keteladanan Rasulullah kepada para peserta didik.
Nilai-nilai seperti santun, jujur, peduli, empati, toleran, serta menghormati sesama diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan mulai dari khotmil Quran, pembacaan arwah jamak, salawat, tausiyah, hingga penampilan hadroh dan tarian sufi menjadi perpaduan antara nilai religius, budaya, seni, dan pendidikan karakter.
Keterlibatan orang tua, komite sekolah, pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat turut memperkuat sinergi dalam mendukung proses pendidikan.
Dengan semangat bersalawat dan kebersamaan, SMP Negeri 2 Gubug menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk belajar, berbagi, membangun toleransi, serta menumbuhkan karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu menghormati keberagaman.
Rep_Fq










