LAMPUNG SELATAN – Mediaindonesiamaju.com Musyawarah Desa (Musrembang) dalam rangka pelaporan penanggung jawaban anggaran Desa Banjarsari Kecamatan Way Sulan, berjalan lancar dan kondusif. Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat ini menjadi wadah untuk menyampaikan perkembangan serta langkah-langkah ke depan dalam memajukan desa. Selasa (03, 02, 2026)
Kepala Desa Banjarsari, Abdul Kholik Menerengangka, menyampaikan komitmennya untuk terus konsisten memajukan desa. “Saya akan tetap berusaha untuk kemajuan desa dan berharap masyarakat bisa turut serta menjaga dan membangun desa agar lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah pembayaran bagi aparatur RT, Linmas, dan para guru ngaji yang belum seluruhnya terbayarkan. “Untuk rekan-rekan yang belum bisa saya bayarkan semua, insyaallah akan saya bayarkan di tahun ini menggunakan anggaran dari Dana Bagi Hasil (DBH). Saya mohon untuk terus bersabar dan tetap konsisten bersama-sama memajukan desa,” ungkapnya.
Di sisi lain, perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menunjukkan hasil yang positif. “Alhamdulillah, dari dana BUMDes kita sudah bisa mendapatkan hasil untuk Pendapatan Asli Desa (PAD). Semoga kedepannya BUMDes bisa berjalan seiringan dengan koperasi desa Banjarsari agar kita bisa menjadi desa yang mandiri,” harap Abdul Kholik.
Raka, sebagai pendamping desa, memberikan evaluasi objektif terkait pengelolaan anggaran desa. Menurutnya, Desa Banjarsari termasuk salah satu dari dua desa di Kecamatan Way Sulan yang berhasil menghasilkan PAD dari BUMDes. “Ini menjadi prestasi kecil namun penting, namun bagi desa-desa lain yang belum bisa mencapai hal yang sama, perlu dilakukan evaluasi mendalam agar program pembangunan khususnya ketahanan pangan bisa terus terjaga dan berkembang lebih baik,” jelas Raka.
Acara dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain Camat Way Sulan yang diwakili Sekretaris Kecamatan Subandi, BPD yang menyelenggarakan, Babin Kamtibmas, Bhabinsa, anggota LPM, PLD, pendamping desa, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Beberapa tokoh masyarakat yang dihadirkan menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan desa, namun juga mengingatkan agar setiap langkah pembangunan tetap memperhatikan kepentingan seluruh lapisan masyarakat dan dilakukan dengan transparansi yang tinggi.
Rep : Yoyon










