Wacana Gubernur Kaltim Alihkan Angkutan Tambang ke Jalur Sungai Tuai Kritik JATAM

- Jurnalis

Minggu, 29 Juni 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MIM, Kalimantan 29 Juni 2025

Samarinda ,Mediaindonesiamaju.com– Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tengah menggagas kebijakan baru terkait pengangkutan alat berat dan batu bara. Dalam pertemuan dengan para pelaku usaha tambang dan migas di Jakarta, Rudy mewacanakan agar seluruh angkutan tambang tidak lagi melintasi jalan darat, melainkan dialihkan ke jalur perairan.

Menurut Rudy, beban tonase yang sangat besar dari kendaraan angkutan tambang menjadi penyebab utama kerusakan jalan nasional maupun provinsi di Kaltim. “Seluruh angkutan alat berat kalau bisa lewat jalur sungai atau laut, supaya tidak merusak jalan nasional maupun provinsi,” ujarnya. Rudy mencontohkan, bobot satu trailer dengan alat berat bisa mencapai 60 ton, yang berdampak signifikan pada infrastruktur jalan.

Pemprov Kaltim, lanjut Rudy, telah berkoordinasi dengan Kapolda Kaltim untuk menghentikan penggunaan jalan raya oleh kendaraan tambang. Ia menegaskan, pemerintah tetap akan melindungi investasi di sektor pertambangan, namun perusahaan juga harus bertanggung jawab menjaga infrastruktur daerah. “Jangan mempercepat kerusakan jalan-jalan di Kaltim,” tambahnya.

Namun wacana tersebut mendapat respons kritis dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur. Windy Pranata, dari Divisi Advokasi dan Database JATAM Kaltim, menyebut rencana ini tidak bisa diambil secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam seluruh rantai produksi dan distribusi sumber daya alam di Kalimantan Timur, yang selama ini minim pengawasan publik.

Baca Juga :  Sikap Tegas Polsek Dente Teladas: Gelar Strong Point Sore, Amanah Jaga Keamanan, Situasi Wilayah Kondusif Sepenuhnya  

“Mungkin harus dilihat dulu, karena permasalahan sebenarnya dari produksi hingga distribusi seluruh rantai pengerukan sumber daya alam seperti batu bara, kayu, itu sampai hari ini tidak ada transparansinya, bahkan keterlibatan masyarakat secara utuh,” jelas Windy. Ia menambahkan, jika jalur sungai dijadikan solusi alternatif, maka masyarakat lokal harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Windy juga menyoroti potensi dampak serius dari peningkatan lalu lintas tongkang di Sungai Mahakam. Sejak diresmikannya Jembatan Mahakam, telah tercatat 23 insiden penabrakan oleh tongkang. Jika intensitas pengangkutan batu bara meningkat, masyarakat yang menggantungkan hidup di sungai seperti nelayan dan petambak akan terdampak langsung.

“Setiap sore, di hilir Jembatan Mahkota itu bisa parkir ratusan tongkang. Itu mengganggu ruang ekonomi masyarakat. Bahkan keramba petambak pun sering ditabrak tongkang batubara,” katanya.

Baca Juga :  Puluhan Pemuda Dusun Doplang Tolak Penggusuran Lapangan Voli untuk Proyek Koperasi Merah Putih

Menurut Windy, solusi yang diajukan gubernur hanya akan memindahkan masalah dari darat ke perairan. “Solusi ini enggak menjamin keselamatan masyarakat, justru hanya memindahkan kekacauan dari darat ke perairan,” tegasnya.

Lebih lanjut, JATAM juga mengkritik kegagalan pemerintah dalam menindak tegas perusahaan tambang atas kerusakan jalan dan ekosistem. Windy mengingatkan bahwa Sungai Mahakam bukan sekadar jalur logistik, tapi juga habitat penting bagi berbagai makhluk hidup, termasuk satwa endemik seperti pesut Mahakam.

“Transportasi sungai ini berdampak besar, bukan cuma ke masyarakat, tapi juga ekosistem. Intensitas sonar kapal akan mengganggu habitat pesut Mahakam. Sekarang jumlahnya bahkan sudah di bawah 100 ekor,” ujarnya.

JATAM mendesak agar rencana tersebut dikaji lebih serius dan melibatkan berbagai pihak secara menyeluruh. Baik dari unsur pemerintah, perusahaan tambang, hingga masyarakat terdampak. “Intinya, ini harus dikaji lebih serius. Jangan hanya membuat wacana lalu memindahkan masalah dari darat ke sungai seolah-olah jadi solusi,” pungkas Windy.

Rep_Apandi

Berita Terkait

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  
DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  
Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  
Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak
Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027
John L. Situmorang Soroti Rencana Eksekusi Rumah Klien, Minta PN Semarang Menunda  
Ketua Umum FORWAKUM TIPIKOR Mulai Soroti Disdik Batu Bara, Diduga Jadi Objek Bisnis Meraup Keuntungan   
Hampir Sepekan Tanpa Kejelasan, Kuasa Hukum Siti Fatimah Beri Batas Waktu Kopendik Banjarejo  

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:08 WIB

LPER Cabang Semarang Raya Resmi Terima SK Kepengurusan Periode 2026–2031, Siap Bersinergi untuk Pemberdayaan Ekonomi Rakyat  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DPRD Demak Gelar Paripurna ke-33, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027  

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Ketika Penyidik Dengan Jaksa Penuntut Umum Kejari Semarang Sependapat, Terlapor Menjadi Tersangka Dan Perkara P21  

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Pengurus SMSI Jawa Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Demak

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Audiensi Forrbes Memanas, Massa Walk Out Tuntut Bupati Jelaskan Polemik KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru

Tak Berkategori

*Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Senin, 2 Nov 2026 - 08:37 WIB

Tak Berkategori

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

Senin, 2 Nov 2026 - 07:37 WIB